Like Dreamers Do

The world needs dreamers and the world needs doers. But above all, the world needs dreamers who do.

Like Dreamers Do

Thursday, April 26, 2018

Pesta Pernikahan atau Pernikahan?



Memandang kedua hal tersebut dari kacamata saya pribadi. Menjawab pertanyaan yang mungkin penasaran, “kenapa kok ngundangnya dikit amat?” — lupakan dulu soal budget pesta pernikahan. Mari kita lihat lebih dari itu. Yaitu Pernikahan.

Saya mengenal suami saya sudah cukup lama, dari usia saya 17 tahun. Bayangannya pernikahannya harus secetar-cetarnya, merayakan pecah telor! pacaran lama ya kali. Sebuah diskusi mengenai akankah kita menikah atau tidak? Menyerah itu pilihan, dan orang yang tidak mau menyerah ialah yang mengagumkan. Akhirnya kami memutuskan menikah. Bukan... bukan karna usia sudah cukup, kerja sudah matang. Walaupun saya sempet mikir gitu, tapi untungnya saya sadar bahwa ‘ingin menikah’ bukan soal itu. Menikah adalah membuat dunia yang baru tanpa merusak keduanya. Bahwa impian kita menjadi satu. Bahwa dunianya lah yang harus kita jaga. Pernah gak sih bahagia melihat orang yang kita sayang bahagia dengan dunianya?

Menikah akan ada si kompromi.

Masih seumur jagung? iya. Tapi seenggaknya saya tau 1+1 = 2. Sama seperti matematika, harus tau dasarnya. Baru nanti bisa kerjain soal susah.

Pesta Pernikahan & ‘setiran’ orang lain?
Pesta pernikahan saya baru siap 3 bulan sebelum hari H. Santai yah? keliatannya. Kami mau pesta kami adalah yang membuat kami bahagia. Kami menyebutnya perayaan. Perayaan untuk kami dan orang terdekat yang begitu kami kenal. Dalam kalangan wanita ada beberapa yang meyakini perayaan mereka seperti kerajaan (lebih tepatnya pada umumnya), tapi pernahkah kita berpikir ada beberapa wanita yang ingin merayakannya dengan cara berbeda? ya saya.

Sejak awal kami memberikan pengertian ke keluarga bahwa perayaan kami harus mandiri, tanpa kontribusi apa pun dari keluarga. Bersyukurnya keluarga selalu mendukung apa yang menjadi pilihan kami. Apapun. Karna ini bukan hanya perkara perayaan, tapi kehidupan anaknya kelak. Sadar gak sih? merencakan perayaan lebih banyak karna ‘setiran’ atau gengsi. Harus begini harus begitu, karna pada dasarnya (kebanyakannya) pesta pernikahan begini begitu. Itu kan dari kacamata saya. Dan sesimpel, saya gak mau di’setir’.

Kami hanya mau perayaan yang orang lain mungkin lihat ‘sederhana’. Tapi untuk kami itu mewah. Dengan segala hal yang kami persiapkan dengan begitu menyenangkan. Ya senang! intinya adalah senang. Karna ini perayaan bukan? kalau pusing tandanya di’setir’. Dari tema yang kami mau, lokasi, panggung, dan perintilan lainnya. Bersyukurnya saya punya sahabat-sahabat terbaik, yang sekali calling langsung ‘ya oke! gue mau bantu’. Keinginan kami yang ingin perayaan yang intim pun terwujud. Dan kami bahagia. Sesederhana lihat pasangan baru yang akhirnya menikah. Seandainya semua orang hanya perlu melihat orang lain bahagia dan mereka pun jadi bahagia. Tanpa harus berpikir negatif lainnya. (kebiasaan orang Indonesia tau kan?)

Tapi saya berani bilang, saya bahagia dengan hari itu dan merasa beruntung bisa menjadi diri saya sendiri. Dan semoga yang lihat juga bahagia.

Perayaan yang tanpa harus mikir ini kurang itu kurang karena itu gak akan ada habisnya. Perkara mas kawin, kartu undangan, katering, makeup bridal, dan lainnya.

Biarkan saya menjelaskan apa yang saya pikirkan sebelum menikah dan 
saat mempersiapkan pernikahan!
Pernah gak sih? kalian sebagai wanita melihat sisi laki-laki. Bermain ‘bagaimana jika saya adalah dia’.
Pernah gak sih? kalian sebagai wanita melihat sisi laki-laki yang begitu berani meminta anak gadis orang untuk hidup bersamanya.
Pernah gak sih? kalian sebagai wanita melihat sisi laki-laki yang pasti ada (walaupun sedikit) mengorbankan impiannya untuk memperjuangkan kalian.
Pernah gak sih? kalian sebagai wanita melihat sisi laki-laki yang setelah melamar kalian memikirkan masa depan kalian, lebih serius daripada kalian sendiri.

Jadi, masih mau rewel soal perayaan? soal kok dia gak bisa diatur sih kan mau pakai baju ini mau begini mau begitu? kok mau nikah masih aja main.

Si laki-laki memberikan dunianya ke kaum wanita yang akan dinikahinya bukan untuk diacak-acak. Tapi untuk dibangun lebih megah lagi. Harusnya kita mikir, ‘Apa yang harus kita berikan untuk laki-laki yang sudah begitu berjuangnya’. ‘Apa yang harus kita lakukan saat mendampingi impian-impiannya’. 

Karena menikah bukan hanya ‘Perayaan’ , menikah adalah setelahnya. Perayaan sederhana atau megah, gak akan berpengaruh apa-apa kalau gak paham pondasinya. Walaupun banyak orang bilang, aslinya calon pasangan kelihatan pas proses persiapan perayaan. Yaiya. Kalau kebanyakan debat masalah sepele soal pesta tapi gak diskusi setelah ini mau gimana? gak diskusi menjalani hari-hari pernikahan.

Tapi kan tugasnya laki-laki bikin wanita bahagia? Yasalam. Ya gimana kita mau bahagia, kalo kitanya aja gak membahagiakan?
Saya punya teman yang selalu mengingatkan apa hakikatnya menjadi istri. Bersyukur banget punya temen begini, jadi saya tau rasanya bahagia dengan bersyukur. Disinilah akan ada si kompromi. Walaupun buat wanita mandiri ‘kompromi’ bukan hal yang sederhana. Tapi kita hanya akan mengalami apa yang kita yakini? ya kan? selama bahagia. Selama kita yakin pasangan hidup kita adalah orang yang tepat dalam segala hal. Semua akan bahagia. dan selama ini berlangsung percayalah si suami sedang memikirkan hal yang sama! bagaimana agar impian kita sebagai istri terwujud.


Attachment.png

Sunday, August 28, 2016

Bianglala.





Mungkin ada beberapa orang yang lupa kalau Bianglala itu sama dengan Pelangi. Kebetulannya akhir-akhir ini musim lagi bingung kadang panas kadang hujan, terus muncul Bianglala dimana-mana 🌈🌈

Sekarang saya mau cerita tentang Bianglala.

Saya termasuk orang yang melankolis tapi sok-sok Kuat! dan ini ditujukan buat wanita-wanita di luar sana yang dengan sangat apik menyembunyikan kegundahannya. You are so good 😅

Menjadi tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan. Menjadi tua itu pasti, tapi jangan melupakan kenangan. Mungkin itu yang akan diucapkan Bianglala (khususnya Bianglala di DUFAN)! Buat angkatan 90-an kaya saya pasti cocok. Soalnya selama masa pertumbuhan saya dari balita sampai sekarang menjadi wanita, tempat rekreasi ini jadi saksi kebahagian saya. Terus pas liat Bianglala jadi mikir betapa bahagianya dia :)

Hal ini saya pikirkan selama ngantri untuk naik Bianglala pas terik-teriknya! Kali ini ngantri sama keluarga (Mama, Papa, & Adek). Bahagia banget deh 💖 walaupun ngantri sambil selfie selfie, sambil ngunyah-ngunyah, sambil gosip atau sekedar bahas Papa yang lupa bawa Topi mancingnya. Selama itu saya mikirin Sang Bianglala. Saya orangnya emang gitu, kadang suka jatuh cinta tiba-tiba walaupun sama benda.

Saya mau jadi Bianglala.
Berdiri tinggi, berputar dengan sabar, tenang meskipun berangin, dan selalu menyambut orang untuk Bahagia. Kerennya lagi! Bianglala membuat kita melihat dari sisi yang lain. Melihat segala sesuatu dari ketinggian. Segala sesuatu yang dibesar-besarkan, dan menjadi kecil ketika ada di ketinggian.
Dan bonusnya! naik Bianglala sambil liat Bianglala 🌈🎡

Setiap orang yang naik pasti membawa kebahagian dirinya. Kaya saya contohnya! Entah udah berapa kenangan naik Bianglala ini.
Dulu pertama kali naik sama Mama Papa, beranjak puber sedikit bareng sahabat (yang bahagianya masih sahabat sampai sekarang), beranjak ganjen dikit naik Bianglala sama Kekasih hati (yang bahagianya masih jadi kekasih hati sampai sekarang).

Yah.... Bianglala ini menyimpan kenangan saya. Keping-keping kebahagian saya yang mungkin saya lupakan selama perjalanan menjadi dewasa. Ngantri Bianglala sambil nostalgia masa kecil bareng Mama & Papa, jadi belajar bersyukur.

Kadang kalau udah terlanjur dewasa kita ngerasa gagal untuk memperbaiki sesuatu. Segala sesuatu tampak sia-sia. Kadang ya! Tapi kalau kamu sudah merasa tersesat, coba ulangi hal-hal yang membuat mu bahagia. Termasuk kenangan, karena kadang orang lupa betapa dia sangat dicintai oleh orang-orang disekitarnya.

Naik Bianglala ini, saya jadi punya kenangan lagi :)
Kenangan masa kecil, masa puber, masa jatuh cinta, dan masa dimana saya pengen-pengennya bahagiain orang tua kaya sekarang.

Bianglala mungkin salah satu alat perekam kenangan saya! mungkin kalian punya alat perekam yang lain?

Saturday, March 5, 2016

Someday I'll pay the bill with this guitar ♥

Kalau kamu pernah mendaki gunung, bukan apa yang kamu pakai yang bisa mengantarkan kamu sampai puncak. Walaupun itu membuat kamu nyaman dan aman. Karena disetiap langkah yang kamu ambil, kamu akan selalu bertanya "untuk apa?" atau "sedang apa saya disini?"
Ketika kamu mulai menyerah, yang bisa membuatmu terus berjalan adalah keyakinan. Bahwa apa yang kamu jalani itu benar, dan di puncak akan ada sesuatu yang kamu cari. Hal yang akan membuat mu sulit untuk mengungkapkan apa pun. Kamu hanya tau kamu bahagia.

Ketika kamu sudah mulai lelah, akan ada teman yang menyuruhmu melihat ke belakang, perjalanan sebelumnya yang penuh rintangan dari atas ketinggian. Bukit-bukit yang membuat lututmu sakit, hutan-hutan yang membuatmu merasa dingin, atau debu yang membuatmu sulit bernapas. Tapi kamu tidak akan merasa sakit, karena yang kamu lihat hanya keindahannya. Kemudian, kamu akan kembali berdiri. Kamu tau kamu harus mencapai puncak, entah apa yang ada disana. Kamu hanya tau itu membuatmu bahagia. Karena menyerah membuatmu tidak mendapat apa-apa. Kamu hanya tau itu sebentar lagi.

Dan kamu sesederhana itu, sesederhana "apakah saya mampu sampai kesana?" atau "sedang apa saya disini?" Sesederhana mempertanyakan keputusan yang telah saya ambil, kemudian entah keyakinan apa saya akan terus berjalan.

Terima kasih untuk tidak pernah menyerah pada saya :)

Saturday, October 24, 2015

Nenek Lin, Sang Mutiara dari Timor.

Nenek Lin.



Tetangga sebelah rumah yang selalu energik. Ada yang bilang "energik"nya itu hasil minum sopi setiap pagi sebelum beraktivitas (sopi : Laru/minuman beralkohol khas Timor). Para mama juga bilang kalau sopi diminum sesuai dosis yang pas bisa jadi Jamu, itu sih alibinya para mama supaya ibu guru juga mau coba sopi Timor.

Nenek Lin ini selalu ceria hampir setiap saat, kecuali kalau babinya susah masuk kandang, ada babi atau sapi tetangga yang makan di kebunnya atau cucu-cucunya lama mandi di sungai sehabis mencari kayu bakar. Suara marahnya bisa sampai ujung desa!

Semangat dan cerianya nenek selalu bisa membuat saya merasa paling beruntung sedunia. Setiap melihat beliau saya selalu kagum, kenapa?

Nenek termasuk angkatan wanita di Fatukona yang merasakan era G30S/PKI, era Reformasi dan era era lainnya (disini mereka semua hampir masih ingat bagaimana era itu terjadi). Era yang berat untuk wanita yang harus memperjuangkan haknya sendiri. Nenek Lin tidak pernah libur dan sedikit tidur. Bangun pagi, berkebun, urus cucu, urus ternak dan lainnya. Setiap saya kirim makanan atau bingkisan ke rumahnya, dia selalu membalas dengan beras yang paling bagus di desa. Meskipun beras termasuk bahan makanan mewah dan Nenek Lin juga susah payah untuk bisa masak beras, tapi beliau selalu murah hati memberi. Nenek Lin tahu ibu guru lelah "nguyah" kalau makan jagung.

Bukan hanya hidupnya yang keliatannya berat, tapi cintanya. Ini yang selalu membuat saya kagum dan aneh. Poligami tapi dengan anak sendiri? Apa rasanya? Tapi kenyataannya, beliau tetap merawat Bai' suaminya yang sekarang buta seperti biasanya, merawat anaknya seperti ibunya, merawat cucu-cucunya. Bai dan anaknya tetap di rumah, seperti keluarganya. Bisa dibayangkan rasanya? Nenek Lin wanita paling sabar dan penyayang yang saya kenal, walaupun saya tentu tidak tahu apa yang sebenarnya Nenek Lin rasakan. "Karena seperti apapun dunia, menjadi wanita harus bisa berbahagia." Jadi, sudah beruntungkah kita menjadi wanita?

Friday, October 23, 2015

Mobil jadi 'Fabulous' salonnya di BliBli.com

Angkatan orang dulu memiliki asumsi, bahwa kepribadian seseorang bisa dilihat dari kebersihan sepatu dan gayanya. Makin kesini masanya, penampilan mobil juga menjadi acuan bagaimana kepribadian si pemilik mobil sendiri. Yak! Karena bagi kaum Adam dan Hawa yang Fabulous pasti juga mau dong mobilnya keliatan Fabulous, itu semua tinggal klik di BliBli.com :)

WHY?

Tinggal klik! itu yang saya bisa tekankan. Menjamurnya e-commerce di Indonesia memengaruhi banyak sekali sektor. Dari makanan, transportasi, fashion, dan khususnya yang akan saya bahas disini adalah Otomotif. Hasil menjelajah beberapa review Otomotif di ulasan-ulasan berita terkini, BliBli.com merupakan e-commerce yang tidak hanya menyediakan alat-alat otomotif tetapi juga layanan Salon Mobil yang siap datang ke rumah dan kantor. Bayangkan! Hal yang bisa membuang waktu karna menunggu, bisa kita lakukan di rumah sendiri atau kantor. Tentunya menunggu di rumah atau kantor sambil bekerja akan terasa lebih nyaman dan tidak repot membawa mobil keluar. Layanan Salon Mobil datang ke rumah atau kantor menurut saya adalah salah satu produk yang paling "nyentrik" dari sekian banyak produk otomotif online lainnya.

Apa saja sih yang ditawarkan? Mari kita review Blibli.com

Layanan salon mobil delivery ini mencakup pemulihan keindahan interior dan eksterior untuk segala jenis mobil menjadi seperti dalam kondisi baru lagi.

Pengerjaannya pun disesuaikan dengan keinginan customer. Layanan yang baru berjalan di Jabodetabek ini sudah termasuk :
+ Cuci body mobil
+ Compouding
+ Waxing dan Polishing
+ Pembersihan ruang mesin
+ Pembersihan interior
+ Detailing Velg

Estimasi waktu pengerjaannya sendiri adalah 7-9 jam. Dengan adanya layanan otomotif seperti ini sangat memudahkan customer yang sudah sangat sibuk dengan macetnya daerah Jabodetabek.

Harga yang dipasang juga cukup terjangkau, bisa dicicil dengan cicilan 0%. Layanan Salon Mobil Blibli.com ini sendiri juga ada beberapa jenis, tentu sesuai budget dan keinginan customernya.

Karena berbicara mengenai otomotif sendiri juga berkaitan dengan "sayang" kendaraan. Jadi, kalau memang merasa Fabulous, mobil juga harus Fabulous. Tinggal klik! di Blibli.com



Sunday, February 1, 2015

Aksara untuk Fatukona 2


Banyak peristiwa yang membuka mata kita akan sesuatu hal. Siapa yang sangka langkah dari segala langkah yang saya ambil justru mengajak saya ke desa kecil di Timur Indonesia. Fatukona. Yang artinya lubang batu. Desa yang tandus khas Nusa Tenggara Timur, yang kesulitan air sebagaimana di iklan-iklan dan apa yang bisa anda lihat di layar kaca. Kemudian, semua itu ada dihadapan saya dan menjadi keseharian saya.

Saya adalah salah satu dari kalian semua yang masa kecilnya dimanjakan oleh berbagai macam dongeng, buku, komik, dan bahkan langganan majalah Anak. Seperti setiap minggu menanti hal apa lagi yang bisa saya baca selanjutnya. Buku adalah alat untuk kita melihat hal baru yang mungkin terlihat lebih tradisional daripada membaca artikel di google atau e-book. Tapi sudahlah, di desa Fatukona ini kebahagiaan cukup sesederhana memiliki buku bacaan untuk sekolah :)

Bagaimana tidak saya begitu tersentuh? Pertama kali saya melihat mereka belajar seharian hanya menyalin buku pelajaran yang menjadi sumber materi mereka. Buku yang hanya dimiliki oleh sang guru mata pelajaran. Buku satu-satunya.

Selanjutnya ketika saya ke kota saya membeli beberapa buku untuk mereka. Beberapa permainan papan untuk melatihan kemampuan  otak mereka. Tapi apa guna dua tangan? Saat saya sadar memiliki teman-teman yang besar rasa kepeduliannya.

Oleh karena itu, saya dan teman-teman menggalang pengumpulan buku yang mengedukasi dan menghibur masa kecil mereka. Bahkan memberdayakan masyarakan disana untuk kembali membaca. Entah itu tekhnik bercocok tanam atau beternak.

Aksara untuk Fatukona!


Kami mengajak kalian semua yang peduli dengan pendidikan mereka yang terpencil untuk bergabung mendonasikan buku-buku kalian untuk mereka. Membantu membuka dunia mereka dan menjadi bagian dari cita-cita mereka :)


More info :
isnovita5@gmail.com
Asiarcfarobibilhaq@gmail.com

or

mention Twitter & Instagram : @isnovita & @farobibilhaq

Kami menerima penjemputan buku ke rumah kalian masing-masing untuk daerah Jabodetabek!

Wednesday, January 14, 2015

Aksara untuk Fatukona

Kelas VII - SMP N 11 Takari
Desa Fatukona, NTT.
Thn Ajaran 2014-2015



Kelas yang selalu bersemangat, ceria & memiliki rasa ingin tahu yang menakjubkan.

14 Januari, guru-guru lain belum juga masuk mengajar di kelas. Anak-anak ini berjalan 5 s.d. 6 Km setiap hari ke sekolah tanpa ada guru yang mengajar. Rasanya seperti ada lubang di dada, Taukah kalian betapa bersemangatnya mereka untuk belajar?

Sekolah kami berada di atas bukit, ada bebatuan karang yang besar, padang rumput yang luas, dan aliran mata air dari gunung. Hari itu kami belajar Bhs. Indonesia dengan memanfaatkan luasnya sekolah untuk bermain mencari harta karun. Materi hari itu adalah bagaimana cara membaca peta.

Siswa dibagi menjadi 3 kelompok. Masing2 membuat peta harta karunnya, kemudian saling bertukar dengan kelompok yang lain. Mereka harus adu cepat dalam membaca peta dan menemukan harta karun kelompok lain.

Siapa yang menduga hari itu adalah kelas terceria yang pernah saya ingat, melihat mereka dari atas batu karang pegunungan bersorak mendapatkan harta karun. Kami semua tertawa di atas rerumputan hijau pada musim penghujan bulan Januari dan di bawah bentangan langit biru Fatukona.

Adakah yang lebih bisa mengajarkan saya arti bersyukur?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...